Tampilkan postingan dengan label Cerita Iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Iman. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juni 2008

Metanoia

Di Burma, pernah hidup seorang gadis penari yang sangat cantik bernama Ma Hla Mee yang artinya: "Kecantikan yang sempurna". Ia menjadi puteri pujaan di negerinya bahkan kemudian menjadi kekasih pangeran Sanba. Tapi sayang, dia kemudian terserang kusta. Pada waktu itu dia hampir bunuh diri. Kemudian ia mengambil keputusan untuk pergi ke rumah sakit kusta di Mandalay untuk menguburkan dirinya disana. Tetapi ia salah duga, seluruh penghuni rumah sakit Mandalay tampak sakit dan gembira, karena mereka beriman pada Kristus yang telah bangkit dan karena persaudaraan umat manusia yang abadi. Penyakit yang mereka derita sangat mengerikan, tapi mereka hidup penuh kerukunan dan rasa persaudaraan. Mereka percaya Tuhan tidak melupakan mereka dan kehidupan yang abadi sedang menanti mereka.
Ma Hla Mee bertekad untuk hidup disana. Ia mulai menolong para penderita lain dengan gembira dan itu dibuatnya bertahun-tahun. Ketika ia berusia 80 tahun matanya menjadi buta karena dirongrong penyakitnya. Namun kegembiraannya tidak pernah surut. Ia tidak cantik seperti dulu, tapi hatinya senantiasa berbunga oleh kebahagiaan. Ia tidak memikirkan dirinya dan penyakitnya. Kematian baginya bukan soal lagi. Ia sudah mengatasi penderitaan dan kematian. Imannya akan Kristus telah mengalahkan penderitaan dan kematian.


Diambil dari buku "Percikan Kisah-Kisah Anak Manusia" (Rm. Yosef Lalu, Pr.)

Sabtu, 07 Juni 2008

Mengembalikan Milik Orang

Aktor kenamaan Burt Lancaster, waktu kecil adalah seorang anak miskin dari New York. Ada suatu kenangan tak terlupakan di masa kecilnya. Pada suatu hari, ia menemukan uang $20 di jalan yang pada waktu itu nilainya cukup besar. Ia sudah membayangkan barang-barang yang akan ia beli dengan uang tersebut. Kemudian ia melihat seorang wanita tua yang sangat sederhana datang tergopoh-gopoh dan mencari sesuatu di tempat ia memungut uang. Dengan wajah sedih wanita itu berkata : "Anak manis apa engkau melihat uang $20 di jalan ini? Saya merasa terjatuh disini. Apa jadinya kalau uang itu tidak kutamukan?" Wanita itu lalu menangis. Hati nurani Burt bergejolak. Apakah ia harus mengembalikan uang itu dan segala keinginannya terhapus begitu saja? Tapi akhirnya tangannya terulur kepada wanit itu dan berkata dengan mantap : "Ini uangnya nyonya, saya telah menemukannya." Dengan tangan gemetar nyonya tua itu menerima uangnya, lalu memeluk dan mengecup dahi Burt dengan sangat bahagia. Kemudian, setelah menjadi orangyang sangat terkenal, Burt Lancaster bercerita bahwa peristiwa di masa kecil itulah peristiwa yang paling membahagiakan dalam hidupnya.

Minggu, 24 Februari 2008

Menggunakan Semua Kekuatan

Seorang anak sedang membantu ayahnya di kebun. Anak tersebut berusaha mengangkat sebuah batu yang berat namun gagal walaupun dia telah mencobanya berkali-kali. Ayahnya yang melihatnya, akhirnya berkata "Apa kamu yakin kamu sudah menggunakan seluruh kekuatanmu?" "Sudah Ayah" jawab si anak. "Tidak kamu belum menggunakan semua kekuatanmu." Kata ayahnya. "Kamu belum meminta bantuanku."

(Diterjemahkan dari buku "Mirrors for The Heart", Hedwig Lewis, S.J)

Doa A Fung

Hampir setiap saat, kalau sempat, A Fung selalu mampir ke Gereja untuk berdoa. Doanya sangat singkat. Pada suatu hari, Pastor Parokinya mencegatnya dan berkata: "A Fung apa saja yang kamu doakan dalam waktu sesingkat itu?" "Pastor saya hanya menatap lurus ke Tabernakel dan bilang pada Yesus: Yesus ini A Fung. Lalu saya pamit pergi."
Beberapa waktu kemudian, A Fung sakit dan masuk rumah sakit. Ia membawa kegembiraan ke seluruh rumah sakit itu. Orang-orang yang biasanya mengeluh menjadi riang dan kadang tertawa terbahak-bahak.
"A Fung," kata seorang perawat, "Orang-orang berkata, bahwa engkaulah yang menyebabkan perubahan suasana dalam rumah sakit ini. Mereka berkata engkau selalu bahagia." A Fung menjawab, "Benar Suster. Saya selalu bahagia. Pengunjungku setiap hari membuat saya bahagia." "Pengunjungmu?" tanya suster itu. "Kapan dia datang? Saya tidak pernah melihatnya>" A Fung menjawab, " Ya! Setiap hari pada pukul 12.00. Ia datang dan berdiri di sudut kaki tempat tidurku. Aku memandang Dia dan Dia tersenyum sambil berkata kepadaku: A Fung ini Yesus."
(Diambil dari Buku "Percikan Kisah-kisah Manusia" R. Yosef Lalu, Pr.)

Minggu, 06 Januari 2008

Bison Kecil

Di Mexico, ada seorang anak Indian yang masih kecil. Ia rajin sekali datang ke Gereja untuk mengikuti misa kudus pada setiap minggu. Namanya "Bison Kecil". Pastor yang mengajar agama anak-anak, sangat sayang kepada bison kecil. Ia adalah anak yang paling rajin datang ke Gereja untuk merayajan misa kudus.

Pada suatu hari minggu sesudah misa, pastor bertanya kepada anak-anak itu tentang apa yang ia khotbahkan dalam misa kudus tadi. Ternyata Bison Kecil dapat menjawab dengan tepat dan benar. Pastor sangat senang dan menepuk-nepuk pundaknya. Tetapi tiba-tiba BIson Kecil berteriak kesakitan. Rupanya ada luka di punggungnya. Ketika pastor menyuruh ia membuka bajunya, semua anak melihat bahwa seluruh punggung bison kecil penuh dengan luka-luka bekas rotan. Pastor bertanya "Siapakah yang merotani engkau?" "Papa", "Mengapa papa melukai emgkau?", "Papa tidak mau saya datang ke Gereja untuk menghadiri misa kudus. Papa melarang saya datang ke Gereja. Ia adalah seorang dukun." " Kalau begitu mengapa engkau datang juga?"
"Sebab saya ingin menghadiri misa kudus pada hari minggu."
(Diambil dari buku "Percikan Kisah-Kisah Manusia", karangan Rm. Yosef Lalu, Pr.)

Jumat, 28 Desember 2007

St Don Bosko dan Malaikat Pelindung

St Yohanes Don Bosko terkenal sebagai pendamping dan sahabat kaum remaja. Ia mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap orang-orang muda. Hal itu rupanya tidak disenangi oleh pihak-pihak tertentu yang menjadikan kaum remaja sebagai obyek dari kepentingan bisnis jahat mereka. Mereka berusaha untuk menyingkirkan St. Don Bosko. Mereka sering menjebak St Don Bosko di tempat-tempat tertentu untuk dibunuh, namun setiap kali mereka hampir berhasil untuk melaksanakan niat jahatnya, setiap kali itu pula muncul seekor anjing besar yang menghalau penjahat-penjahat itu. St Don Bosko tidak tahu darimana anjing itu datang. Ia muncul secara tiba-tiba dan pergi begitu saja sesudah menyelesaikan tugasnya. Karena ia sering menyelamatkan St. Don Bosko, akhirnya St. Don Bosko sangat menyayangi anjing itu dan memberikan kepadanya nama Grigio. Orang-orang akhirnya yakin bahwa Grigio itu adalah malaiakt pelindung St. Don Bosko.
(Diambil dari buku "Percikan Kisah-kisah Anak Manusia")

Rabu, 21 November 2007

MUSIK DI TENGAH MALAM

Seorang penyair besar Inggris, George Herbert sedang menuju sebuah konser, ketika bertemu dengan seorang pedagang keliling yang kudanya jatuh karena beban berat.Herbert membantunya untuk menurunkan beban kudanya, mengangkat kuda yang terjerembab dan memuat kembali barang-barangnya ke atas kudanya. Pakaian Herbert menjadi rusak dan penuh lumpur. Ketika tiba di konser, teman-temannya menjadi sangat terkejut melihat pakaian Herbert. Pada saat dia menjelaskan apa yang telah terjadi, mereka berkata kepadanya "bagaimana engkau bisa berkenan dengan rendah hati untuk melakukan hal seperti itu?" Herbert menjawab, "bagiku apa yang telah aku lakukan akan menjadi musik di tengah malam. Tapi jika aku tidak melakukan apapun, akan ada sebuah not musik sumbang yang terdengar di dalam batinku untuk selama-lamanya."

( Diambil dari buku "Percikan Kisah-Kisah Anak Manusia", Romo Yosef Lalu, Pr.)